Kamis, 28 Februari 2013

SAYA BUKAN GURU DI TAPAL BATAS LAGI

Sejak tanggal 21 Januari 2013, saya dimutasikan di kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga, di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Rasanya memang berat untuk meninggalkan SMP Negeri 2 karena suasana kekeluargaan di sana terbangun sangat baik. Apalagi kalau memikirkan situasi anak-anak didik yang masih memerlukan bimbinganku. Walaupun, kejadian ini bukan sesuatu yang dikehendaki, tetapi begitulah saya harus tunduk terhadap aturan negara ini. 
Saya adalah guru yang tidak memiliki SIM mengajar alias Akta-4, walau sebenarnya saya terdidik sebagai siswa seminari hampir selama 10 tahun. Pengalaman pendidikan seminari itu ternyata tidak bisa dipakai dalam dunia pendidikan formal jika SIM tidak dimiliki.
Kondisi kerja baru memang sangat berbeda. Apalagi saat saya masuk, saya harus memperbaiki citra diri yang ternyata saya dianggap guru jago bolos selama saya di SMPN 2. Syukurlah, sampai saat ini saya selalu aktif masuk kerja dan setiap hari mengikuti apel. Semoga pengalaman ini memampukan saya untuk menjalani tugas-tugas saya sebagai abdi negara.

Senin, 25 Februari 2013

1 MILIAR UNTUK MEMBANGUN RUMAH ADAT DAYAK KAPUAS HULU

Bupati Kapuas Hulu Membuka Raker DAD Kab. Kapuas Hulu
Dewan Adat Dayak Kabupaten Kapuas Hulu melakukan rapat kerja selama 2 hari, yakni mulai tanggal 24-25 Pebruari 2013, di Biara Deo Soli, Kecamatan Kedamin, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Rapat Kerja ini dibuka secara langsung oleh Bupati Kapuas Hulu dan dihadiri oleh 17 Perwakilan Dewan Adat Dayak Kecamatan, Pengurus Dewan Adat Dayak Kabupaten, serta para pemuka masyarakat. 
Dalam sambutannya, Bupati Kapuas Hulu mengajak para pengurus Dewan Adat Dayak untuk menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah. selain itu, Bapak Bupati juga mengatakan bahwa pemerintah sudah mempersiapkan dana 1 miliar untuk membantu Dewan Adat Dayak dalam membangun sekretariat sekaligus Rumah Adat Dayak, Kapuas Hulu. 
Hal senada juga digaris bawahi oleh ketua Dewan Adat Dayak yang juga kebetulan menjabat sebagai wakil Bupati Kapuas Hulu. Selain itu, Ketua Dewan Adat Dayak mengucapkan terimakasih atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat DAD Kab. Kapuas Hulu.
Ketua DAD Kab. Kapuas Hulu
Dalam Rapat Kerja ini disepakati beberapa program kerja yang akan dicapai dalam masa jabatan 2012-2017. Selain itu, DAD merasa perlu membangun komunikasi terus menerus dengan sesama DAD baik yang berada di Indonesia maupun Luar Negeri.
Rapat Kerja ditutup dengan sangat meriah dan dipenuhi oleh suguhan makanan dan minuman tradisional. Acara joget dan tarian pun berlangsung hingga larut malam. Galon tuak dan bir hitam tampak ludes, yang tersisah hanya tulang belulang babi dan tuman panggang. AYO.....maju terus Dayak..........


RAPAT KERJA DEWAN ADAT KAPUAS HULU

Add caption

Rabu, 15 Februari 2012


Bayam Dimakan Ulat, Direbut Orang
By: Silvester Rommy

Kebiasaan betamu’ bukan hanya menjadi kebiasaan orang Landjak saja, tetapi juga merupakan mata pencaharian bagi ibu-ibu di daerah perbatasan, khususnya kecamatan Puring Kencana, Empanang, Badau, dan Batang Lupar.

Ibu-ibu dari kampung, seperti Dusun Ukit-Ukit, Desa Labian, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat terkadang mereka pun pergi betamu’. Akan tetapi, mereka betamu’ hanya sesekali saja, tidak sesering piang Uni’ yang hampir setiap pekan.

Tak Pakai Sandal, Ditahan Polisi

jaman doeloe


By: Silvester Rommy

Minggu itu, bukan hari kelabu bagi saya meskipun sejenak saya harus mendapat sedikit interogasi oleh polisi Kerajaan Malaysia, tetapi justru menjadi sejarah baru dalam hidupku.

Saya memang mempunyai hobby aneh, yakni malas menggunakan sandal. Hal itu saya lakukan bukan karena saya mengidap suatu penyakit atau melakukan suatu terapi, apalagi menuntut ilmu black atau white magic.

Selasa, 14 Februari 2012

Kisah Sukses dari Betamu'

by: Silvester Rommy

Seorang ibu atau lebih tepatnya seorang nenek yang bernama A.M. Clara sudah pernah menjalani usaha betamu’ ini sampai belasan tahun. Awalnya, nenek Clara berdomisili di Banua Martinus, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Tetapi, sejak kepergian mendiang suaminya 4 Desember 1994, ibu beranak tujuh dan bercucu 13 orang ini hijrah ke Lanjak, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Betamu' Ikan Salai Pakai Hilux

ilustrasi
by: Silvester Rommy

Pagi itu, nenek Uni’ sudah sibuk membereskan barang jualannya yang akan dibawa ke Lubuk Antu, Serawak, Malaysia. Lubuk Antu merupakan kota kecil yang berbatasan langsung dengan wilayah kecamatan Badau, Kab. Kapuas hulu, Kalbar, Indonesia. Seperti biasanya, setiap minggunya nenek itu menyiapkan kurang lebih 50 kiloan salai lais, 50 kiloan ikan asin lais, sedikit salai bilis (ikan kecil yang diasap), dan aneka sayuran seperti  terung asam, bayam kampoeng, sawi kampoeng, serta aneka pakis hutan dan pakis pantai.